Sebanyak 4 pemain Timnas Indonesia dilarang main di Liga Belanda mulai pekan ini. Pemain-pemain ini dilarang bermain hingga KNVB menemukan formulasi tepat soal aturan izin kerja untuk pemain non Uni Eropa yang dulunya memiliki paspor Belanda.
Lantas, siapa saja empat pemain Timnas Indonesia yang dilarang bermain? Mereka ialah Justin Hubner (Fortuna Sittard), Dean James (Go Ahead Eagles), Tim Geypens (FC Emmen) dan Nathan Tjoe A-On (Willem II). Jumlahnya mungkin bertambah menjadi enam nama jika Miliano Jonathans (Excelsior Rotterdam) dan Mees Hilgers (FC Twente) tidak mengalami cedera.
Hanya Maarten Paes yang Aman

Menurut jurnalis Voetbal International, Tom Knipping, saat ini hanya Maarten Paes, pemain Indonesia yang boleh bermain di Eredivisie. Penyebabnya karena Ajax Amsterdam paham status Maarten Paes tak lagi memegang paspor Belanda saat dikontak awal tahun ini.
Berhubung paspor Maarten Paes adalah Indonesia, Ajax Amsterdam mengurus izin kerja penjaga gawang 27 tahun tersebut. Karena berstatus pemain non Uni Eropa, gaji Maarten Paes pun masuk kategori tinggi.
Sesuai aturan, pemain non Uni Eropa yang berkarier di Eredivisie, wajib memiliki gaji minimal 600.000 euro. Nilai ini setara Rp11,7 miliar per tahun. Karena itulah, Ajax Amsterdam memberikan gaji Maarten Paes di kisaran angka di atas.
Sejatinya, Ajax Amsterdam sempat tidak sadar dengan status Maarten Paes yang sudah beralih paspor menjadi Indonesia. Beruntung, salah satu pengacara internal Ajax Amsterdam sadar dan langsung mengurus izin kerja Maarten Paes.
“Ajax mengindikasikan bahwa Paes, yang dinaturalisasi pada 30 April 2024 di Jakarta, kemungkinan besar tidak memenuhi syarat untuk bermain berdasarkan investigasi internal. Dan statusnya perlu diselidiki lebih lanjut,” kata Tom Knipping di Voetbal International.
“Maarten Paes didaftarkan oAjax dan KNVB menyatakan Paes memenuhi syarat untuk bermain. Namun, seorang pengacara internal Ajax menyampaikan kekhawatirannya. Karena sebelumnya telah dikeluarkan peringatan bahwa seorang pemain tidak dapat memiliki kewarganegaraan Belanda dan Indonesia sekaligus. Saat itu, Ajax memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan tidak mengizinkan Paes untuk bermain atau berlatih sampai masalah tersebut terselesaikan 100%,” lanjut laporan di atas.
“Mereka (klub Eredivisie dan Eerste) berharap KNVB harusnya memberi tahu klub tentang hal itu. Mereka merasa bahwa KNVB seharusnya lebih waspada dan aktif, mengingat banyaknya pemain Internasional yang dinaturalisasi dari Indonesia, Suriname, dan Tanjung Verde. Terutama sekarang KNVB meminta untuk tidak menurunkan pemain-pemain ini selama status mereka belum jelas,” tegas Tom Knipping.
Masalah yang Dialami Dean James Dkk

Masalah uang, mungkin tidak jadi masalah bagi klub sebesar Ajax Amsterdam. Terbukti, mereka sanggup membayar gaji minimal 600.000 euro per tahun yang ditetapkan Eredivisie bagi pemain-pemain non Uni Eropa.
Namun, yang menjadi masalah ketika tim-tim kecil seperti Go Ahead Eagles, Fortuna Sittard, FC Emmen dan Willem II dihadapkan masalah serupa. Apakah mereka rela menggaji pemain-pemain non Uni Eropa rasa lokal dengan gaji minimal Rp11 miliar per tahun?
Ambil contoh Dean James di Go Ahead Eagles, kabarnya hanya menerima Rp2,5 miliar per tahun. Jika harus mengikuti standar yang ada, Go Ahead Eagles harus menaikkan gaji Dean James hingga empat kali lipat! Jika KNVB tidak bisa mengambil langkah bijak, bukan tak mungkin pemain-pemain Indonesia yang berkarier di Liga Belanda akan berganti klub pada bursa transfer musim panas 2026.
