Senegal hanya merasakan status sebagai juara Piala Afrika 2025 selama 57 hari. Gelar mereka dicabut dan diberikan kepada Maroko. Keputusan mengejutkan Federasi Sepakbola Afrika (CAF) yang membatalkan gelar juara Senegal di Piala Afrika 2025. Maroko dinobatkan sebagai pemenang.

Pencabutan gelar juara Senegal tersebut diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Afrika, CAF, pada Selasa (17/3/2025). Senegal yang dikapteni eks bintang Liverpool, Sadio Mane, dianggap kalah 0-3 dalam laga final Piala Afrika 2025 melawan tuan rumah Maroko yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, 18 Januari 2026. Pemain-pemain Senegal dinyatakan CAF, melakukan mogok bertanding dalam laga final Piala Afrika 2025 yang mereka menangi 1-0 berkat gol Pape Gueye di masa extra time.

Senegal Langgar Aturan Piala Afrika

Dalam pernyataan terperinci, Dewan Banding Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menegaskan bahwa banding yang diajukan oleh FRMF “dinyatakan memenuhi syarat secara formal dan banding tersebut dikabulkan.” Putusan bersejarah ini secara efektif mencabut gelar juara benua kedua yang seharusnya diraih Senegal, sekaligus memberikan penghargaan kepada tuan rumah atas pertandingan yang berubah menjadi kekacauan selama babak perpanjangan waktu.

Akar dari kontroversi ini terletak pada momen panas di akhir waktu tambahan ketika Brahim Diaz dari Maroko terjatuh di kotak penalti. Meskipun wasit awalnya membiarkan permainan berlanjut, tinjauan VAR menghasilkan tendangan penalti untuk tuan rumah. Hal ini memicu reaksi marah dari bangku cadangan Senegal, dengan pelatih kepala Pape Thiaw memerintahkan para pemainnya untuk kembali ke ruang ganti sebagai bentuk protes yang berlangsung selama beberapa menit.

Dewan Banding CAF memutuskan bahwa “perilaku tim Senegal termasuk dalam lingkup Pasal 82 dan 84 Peraturan Piala Afrika.” Dengan meninggalkan lapangan, Senegal telah melanggar peraturan, yang mengakibatkan kekalahan administratif 3-0. Putusan ini membatalkan keputusan Dewan Disiplin CAF sebelumnya dan menegaskan bahwa protes yang diajukan oleh Maroko telah sepenuhnya dikabulkan.

Senegal Siap Bawa Perkara ke CAS

Walau begitu, FMRF, dalam pernyataannya mengatakan bahwa upaya protes mereka tidak bertujuan untuk mengubah hasil akhir final Piala Afrika 2025.

“Aib bagi Afrika” kata Sekjen Federasi Sepak Bola Senegal (FSF), Abdoulaye Seydou Sow, dalam wawancara di Radio Diffusion Television Senegalaise. “Ini adalah sebuah ketidakadilan; keputusan ini sama sekali tidak berdasar. Tidak memiliki landasan hukum,” ucapnya menjelaskan. Senegal kabarnya berencana mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mencapai putusan.

“Presiden federasi akan menghubungi para pengacara. Kami akan berkoordinasi dengan pihak berwenang yang tepat, lalu kami akan membawa perkara ini ke CAS, yang akan memberikan keputusan akhir.” “Kami tidak akan mundur. Rakyat Senegal tidak perlu ragu. Kebenaran ada di pihak Senegal, hukum ada di pihak Senegal,” kata Sow menambahkan.

By admin

Para pecinta sepak bola bisa memanfaatkan platform yang kami sediakan untuk mencari informasi seputar sepak bola dunia yang terupdate dan terlengkap di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *