Piala Dunia 2026 dipenuhi deretan favorit juara seperti Argentina, Prancis, Spanyol, Brasil, hingga Jerman. Namun, sejarah menunjukkan bahwa hampir setiap edisi selalu menghadirkan tim kejutan yang mampu melampaui ekspektasi.
Format baru dengan 48 peserta dan 32 tim di fase gugur juga membuka peluang lebih besar bagi negara-negara nonunggulan untuk melangkah jauh. Karena itu, persaingan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan semakin sulit kita prediksi
Di antara banyak peserta, ada tiga tim yang layak mendapat label kuda hitam. Mereka mungkin tidak masuk kelompok favorit utama, tetapi memiliki kualitas untuk mengganggu dominasi negara-negara besar.
1. Norwegia

Jika ada satu tim yang paling sering orang sebut sebagai kuda hitam menjelang Piala Dunia 2026, Norwegia mungkin berada di urutan teratas. Sejumlah analis dan media internasional menempatkan tim asuhan Stale Solbakken sebagai kandidat kejutan terbesar di turnamen kali ini.
Alasannya cukup jelas. Norwegia memiliki salah satu generasi terbaik dalam sejarah mereka. Di lini depan ada Erling Haaland yang tampil tajam sepanjang babak kualifikasi, sementara Martin Odegaard menjadi motor kreativitas tim.
Selain dua nama tersebut, Norwegia juga ada pemain-pemain berpengalaman seperti Julian Ryerson, Jorgen Strand Larsen, dan Antonio Nusa. Kombinasi ini membuat mereka tidak lagi sekadar tim yang mengandalkan satu bintang.
Norwegia kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998 setelah menjuarai grup kualifikasi yang juga dihuni Italia. Mereka bahkan mencetak 37 gol selama fase kualifikasi, menunjukkan betapa berbahayanya lini serang mereka.
2. Maroko

Maroko mungkin tidak lagi bisa disebut tim kecil setelah pencapaian luar biasa di Piala Dunia 2022. Saat itu, mereka menjadi negara Afrika pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia.
Meski demikian, banyak prediksi masih menempatkan Maroko di luar kelompok favorit juara. Justru posisi tersebut membuat Atlas Lions layak kita anggap sebagai kuda hitam yang sangat berbahaya.
Skuad Maroko tetap dihuni sejumlah pemain berpengalaman yang pernah membawa mereka mencetak sejarah di Qatar. Pengalaman tampil di level tertinggi menjadi modal penting ketika menghadapi tekanan turnamen besar.
Maroko juga berada di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Walaupun Brasil menjadi unggulan utama, peluang Maroko untuk lolos ke fase gugur terbuka lebar.
3. Belgia

Generasi emas Belgia memang sudah tidak semewah beberapa tahun lalu. Namun, justru karena itu mereka cenderung kurang diperhitungkan dibanding negara-negara favorit lainnya.
Padahal, Belgia masih memiliki kombinasi pemain senior dan talenta muda yang menarik. Kevin De Bruyne tetap menjadi sosok penting, sementara Jeremy Doku dan sejumlah pemain muda lainnya siap menjadi pembeda di lini depan.
Beberapa pengamat bahkan menilai Belgia sebagai sleeper team yang berpotensi membuat kejutan besar. Pengalaman bermain di turnamen besar dan kualitas individu yang masih tinggi membuat mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.
Belgia tergabung di Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Di atas kertas, mereka memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur dan membangun momentum menuju babak-babak akhir.
