Manchester United telah mengucapkan salam perpisahan dengan Casemiro di laga terakhirnya di Old Trafford pekan lalu. Gelandang asal Brasil itu meninggalkan lapangan dengan emosi yang sulit disembunyikan usai kemenangan 3-2 atas Nottingham Forest.

Perpisahan itu sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Dengan posisi liga yang tak lagi bisa berubah, laga kandang terakhir dianggap menjadi momen paling tepat bagi Casemiro untuk mengucapkan salam perpisahan kepada publik Old Trafford.

Di balik perjalanan yang naik turun, Casemiro tetap meninggalkan kesan mendalam di ruang ganti Manchester United. Sosoknya dinilai lebih besar daripada sekadar statistik atau nominal transfer mahal yang melekat padanya sejak datang dari Real Madrid pada 2022.

Kerja Keras Casemiro yang Tak Terlihat

Kontribusi Casemiro juga terasa di luar lapangan. Ia dikenal sangat serius menganalisis performanya sendiri.

Setelah setiap pertandingan, pemain United biasanya menerima paket video analisis pertandingan dari staf klub. Ukuran file milik Casemiro bahkan bisa mencapai 30GB karena ia ingin mempelajari detail permainannya secara menyeluruh.

Ia juga aktif berdiskusi dengan staf pelatih mengenai evaluasi pertandingan. Sikap profesional seperti itu membuat para pemain dan staf di Carrington sangat menghormatinya.

Momen terbaiknya pada musim debut datang saat final Carabao Cup melawan Newcastle. Casemiro mencetak gol pembuka lewat sundulan khasnya dan tampil dominan di Wembley.

Salah satu orang di ruang ganti United saat itu mengingat ekspresi Casemiro sebelum pertandingan dimulai.

“Saya hanya berpikir, ‘Kami akan baik-baik saja’,” kenangnya.

Mengantar Casemiro Pergi

Inter Miami yang diperkuat Lionel Messi disebut menjadi tujuan berikutnya bagi Casemiro. Keputusan akhir akan diambil bersama sang istri, Anna Mariana, yang selama ini memiliki pengaruh besar dalam perjalanan kariernya.

Sayangnya, perpanjangan kontrak memang sulit terjadi. Gaji besar Casemiro menjadi salah satu beban finansial terbesar klub dalam beberapa tahun terakhir.

Casemiro sendiri pernah mengaku menyesal tidak datang ke Premier League lebih cepat. Setelah mencetak gol penyeimbang dramatis melawan Chelsea pada November 2022, ia meloncat ke tribun suporter tandang United di Stamford Bridge.

Atmosfer emosional malam itu begitu membekas baginya.

Ia bahkan sempat berkata kepada salah satu sosok di ruang ganti bahwa jika mengetahui atmosfer sepak bola Inggris sedahsyat itu, ia mungkin akan datang ke Premier League jauh lebih awal.

By admin

Para pecinta sepak bola bisa memanfaatkan platform yang kami sediakan untuk mencari informasi seputar sepak bola dunia yang terupdate dan terlengkap di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *