Pep Guardiola resmi mengakhiri era emasnya bersama Manchester City setelah satu dekade penuh trofi. Laga pamungkas melawan Aston Villa di Etihad Stadium hari ini menjadi penutup perjalanan luar biasa sang pelatih asal Spanyol.

Meski meninggalkan City, Guardiola menyatakan tetap memiliki kepercayaan penuh terhadap klub di tengah gempuran lebih dari 115 tuduhan pelanggaran keuangan yang menimpa Manchester City. Ia meyakini pihak klub mampu menyelesaikan semua masalah tersebut dengan baik.

Sepuluh tahun kepemimpinannya telah mengubah City menjadi kekuatan dominan di Inggris dan Eropa. Dengan enam gelar Premier League, tiga FA Cup, lima League Cup, serta satu trofi Liga Champions, Guardiola meninggalkan warisan yang sulit ditandingi.

Kini, Enzo Maresca akan menjadi penerusnya di kursi pelatih. Di balik perpisahan ini, Guardiola juga mengumumkan peran barunya sebagai ambassador klub, sambil membuka kemungkinan kembali ke dunia manajerial di masa depan.

Guardiola Ungkapkan Kepercayaan Penuh pada Man City

Guardiola menegaskan sikapnya soal kasus finansial yang membayangi klub.

“Akan ada resolusi,” ujar Guardiola. “Saya percaya pada mereka. Saya sudah berbicara dengan mereka dan saya percaya pada cara mereka bertindak.”

Ia juga menekankan bahwa baik ia, staf, maupun pemain saat ini tidak terlibat dalam tuduhan tersebut karena perkara itu terjadi sangat lama.

“Tidak ada satu pun staf, backroom staff, pemain, atau manajer yang sekarang ada di sini saat itu terjadi. Jadi ini sudah lama sekali. Saya percaya pada klub,” tuturnya.

“Saya Butuh Istirahat, Saya Sudah Berikan Segalanya”

Guardiola mengakui sudah waktunya ia mengambil jeda panjang dari dunia manajerial.

“Untuk sementara waktu, saya tidak akan menjadi manajer. Itu satu-satunya hal yang pasti,” kata Guardiola.

“Saya janji, jika saya masih punya energi, saya akan tetap di sini. Tapi saya pantas istirahat. Saya ingin memulihkan waktu yang hilang dengan anak-anak saya saat mereka tumbuh. Banyak hal yang belum saya lakukan, hal-hal sederhana yang ingin saya nikmati,” tambahnya.

City Akan Tetap Kuat Tanpa Guardiola

Meski kepergiannya meninggalkan lubang besar, Guardiola yakin Manchester City akan terus melaju di bawah kepemimpinan baru.

“Anda tidak bisa copy-paste di pekerjaan seperti ini,” katanya. “Anda harus unik, natural, dan menjadi diri sendiri. Manajer baru akan menjadi dirinya sendiri. Itulah mengapa semuanya akan baik-baik saja.”

“Skuad saat ini berada di tempat yang bagus. Saya yakin dengan pemain-pemain ini, manajer baru, dan seluruh staf, mereka akan melakukan apa yang diperlukan untuk terus bersaing di level tertinggi,” ujar Guardiola.

By admin

Para pecinta sepak bola bisa memanfaatkan platform yang kami sediakan untuk mencari informasi seputar sepak bola dunia yang terupdate dan terlengkap di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *